Buat pernyataan kontroversi, direktur RSBM dinilai Tidak Bertanggung Jawab
![]() |
| Ket gambar : ilustrasi |
Mamasa, radarindo. asia — Pernyataan Direktur Rumah Sakit Banua Mamase (RSBM) drg. Alfadesta H. Pattinasarany pasca‑terjadinya kecelakaan ambulans milik rumah sakit menuai kecaman tajam dari keluarga korban. Sabtu (07/11/2026).
Mereka menilai keterangan yang disampaikan tidak sesuai fakta dan tidak menunjukkan rasa tanggung jawab.
Sebelumnya, Direktur RSBM menyatakan bahwa tidak ada korban cedera dalam insiden kecelakaan di Desa Balabatu, Kecamatan Tanduk Kalua, dan menyebut penyebab kejadian hanya karena penyempitan jalan yang membuat kendaraan ambulans tergelincir.
Keterangan tersebut dibantah tegas oleh Yusuf Manggoa, keluarga pasien yang berada langsung di lokasi kejadian.
Ia menyayangkan pimpinan rumah sakit Banua Mamase (RSBM) dapat menyampaikan pernyataan yang dianggap menutupi kenyataan yang dialami keluarganya secara langsung.
Yusuf menjelaskan bahwa awalnya dia dan istrinya sunani hanya bermaksud mengantar ayahnya untuk perawatan lanjutan ke Rumah Sakit Andi Depu Polewali Mandar menggunakan ambulans RSBM.
Di tengah perjalanan terjadi kecelakaan hebat, sehingga istrinya Sunani (46) mengalami benturan keras pada bagian kepala hingga kini masih merasakan sakit berkelanjutan.
“Pada awalnya hanya bapak saya yang sakit, kami gunakan ambulance RSBM untuk mengantarnya berobat ke Rumah Sakit Andi Depu Polewali Mandar (Polman)
Namun terjadi kecelakaan, yang mengakibatkan istri saya mengalami benturan keras di kepala,” kata Yusuf.
Akibat kejadian itu, keluarga kini harus menanggung beban perawatan yang tidak terduga.
Mereka berencana turun ke Polewali Mandar besok untuk pemeriksaan pertama pada tanggal (9/11/2026) baik bagi istrinya maupun ayahnya yang juga memerlukan penanganan medis lanjutan.
“Besok jika tidak ada halangan kami akan berangkat ke Polewali. Istri saya masih sering merasakan sakit hebat di kepala akibat benturan itu, sehingga harus menjalani kontrol secara rutin ke depannya,” lanjut Yusuf.
Bagi Yusuf, pernyataan pihak pimpinan RSBM seolah‑olah menganggap kecelakaan itu hal yang tidak berarti, padahal dirinya bersama keluarga harus berjuang keras untuk pemulihan kesehatan anggota keluarganya yang terluka.
Ia mendesak Direktur RSBM dan semua pengurus yayasan GTM agar lebih profesional dan serius menjalankan tugas dan fingsinya secara benar. Tidak asal asalan yang berakibat adanya korban seperti yang dia alami.
Hingga berita ini di tayangkan pernyataan dari pihak ditektur bersama yayasan belum memberi tanggapan secara resmi demi keseimbangan berita ini kami terus berupaya untuk mendapatkan pernyataan resmi dari pihak yayasan GTM(tdn).

Posting Komentar