BERITA TERKINI
Memuat berita terbaru...

TURAP IRIGASI DI PUNGGUR KECIL SUDAH HANCUR DAN RUSAK,DUGAAN ADA INDIKASI KORUPSI

Table of Contents



KUBU RAYA — Proyek peningkatan jaringan irigasi rawa di Desa Punggur Kecil, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, menjadi sorotan.


Bangunan turap yang berdasarkan papan informasi memiliki nilai kontrak sekitar Rp189,77 juta kini terlihat mengalami kerusakan pada sejumlah bagian.



Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi konstruksi yang cukup memprihatinkan. Bagian atas turap terlihat retak memanjang, permukaan beton mengelupas, sejumlah sambungan tampak terbuka, sementara beberapa bagian struktur terlihat mengalami miring dan hancur, 

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan besar mengenai mutu konstruksi dan kualitas pelaksanaan pekerjaan.



Berdasarkan papan informasi proyek yang terdokumentasi, kegiatan tersebut bernomor 602/9/SPK-PNK/TKR/PPEJ/PUPR, dengan tanggal kegiatan 14 November 2025. Pekerjaan merupakan pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi primer dan sekunder pada daerah irigasi yang luasnya 1.000–3.000 hektare, dengan subkegiatan peningkatan jaringan irigasi rawa di Punggur Kecil.



Sumber anggaran tercantum APBD-P Provinsi Kalimantan Barat Tahun Anggaran 2025, dengan pelaksana CV Mata Hati Khatulistiwa.

Rp189 Juta, Hasilnya Sudah Memprihatinkan

Nilai pekerjaan yang mencapai hampir Rp190 juta membuat kondisi fisik tersebut patut dipertanyakan.



Publik tentu berhak mengetahui apakah konstruksi yang dibangun telah memenuhi spesifikasi teknis, volume, mutu material, kedalaman pondasi, metode pelaksanaan, serta standar konstruksi sebagaimana tercantum dalam dokumen kontrak.



Kerusakan seperti retakan pada bagian atas dan perubahan kondisi badan turap, kerusakan dini merupakan alasan yang cukup untuk dilakukan pemeriksaan teknis secara menyeluruh.



Dugaan Indikasi Penyimpangan Harus Dibuktikan

Sorotan terhadap proyek ini tidak berhenti pada persoalan kerusakan fisik.



Pertayaan yang lebih penting adalah apakah uang negara yang telah dibayarkan sebanding dengan kualitas dan umur layanan konstruksi yang dihasilkan.



Apabila hasil pemeriksaan nantinya menemukan adanya pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, kekurangan volume, penggunaan material yang tidak sesuai, atau pembayaran terhadap pekerjaan yang tidak memenuhi ketentuan, maka temuan tersebut perlu ditindaklanjuti oleh instansi berwenang.


Audit tidak cukup hanya memeriksa dokumen. Kondisi fisik bangunan perlu diuji dan dibandingkan dengan gambar kerja, spesifikasi teknis, RAB, volume kontrak, laporan pengawasan, hingga berita acara serah terima pekerjaan.


Di sinyalir adanya dugaan persekongkolan tindak pidana korupsi terhadap kegiatan tersebut. 





Afrizal /team

Posting Komentar

R
RADARINDO.ASIA
TAJAM • AKURAT • TERPERCAYA

RadarIndo.asia merupakan media informasi yang menyajikan berita aktual dan terpercaya dari berbagai daerah di Indonesia. Mengedepankan informasi yang tajam, akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.

BERITA TERBARU
Lihat Semua →
Memuat berita terbaru...
© RadarIndo.asia — Semua Hak Dilindungi.