BERITA TERKINI
Memuat berita terbaru...

Trump Isyaratkan Serangan Besar ke Iran, Rencana Disebut Dibahas Jelang Pemilu Sela AS

Table of Contents


Presiden AS Donald Trump 
Washington DC, Radarindo.asia-

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengisyaratkan aksi militer terbaru terhadap Iran, saat konflik kedua negara terus berlanjut. Trump, bersama Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu, dirumorkan membahas serangan besar-besaran terhadap Iran sebelum pemilu sela AS pada November mendatang.
"Tunggu saja sampai kalian melihat apa yang akan kita lakukan terhadap Iran. Kita akan melakukan sesuatu yang besar," kata Trump saat berbicara kepada pendukungnya dalam kampanye menjelang pemilu sela untuk Partai Republik di Alaska, seperti dilansir Anadolu Agency, Rabu (14/10/2026).

"Kita sudah muak. Kalian tahu, kita sudah muak," ucapnya.

"Mereka (Iran-red) hanya menunggu Mereka sedang menunggu," imbuh Presiden AS tersebut.

"Kita sudah muak, tapi kalian tahu itu tidak masalah. Hal yang paling penting adalah mereka tidak akan memiliki senjata nuklir," ujar Trump.

Upaya diplomasi antara AS dan Iran berujung buntu beberapa waktu terakhir, dengan kedua negara terus berselisih, terutama mengenai kendali atas Selat Hormuz, jalur perairan strategis untuk pasokan minyak dan gas global.

Trump-Netanyahu Pertimbangkan Serang Iran Sebelum Pemilu Sela AS

Pernyataan Trump itu disampaikan setelah laporan media AS, Axios, pada Selasa (13/10) menyebutkan bahwa Trump dan Netanyahu sedang membahas peluncuran operasi militer besar-besaran terhadap Iran menjelang pemilu di kedua negara.

AS diketahui menggelar pemilu sela pada 3 November, sedangkan Israel menggelar pemilu legislatif pada 27 Oktober.

Laporan Axios, yang mengutip dua pejabat AS dan sumber-sumber lainnya yang mengetahui persoalan ini, menyebutkan bahwa pembahasan itu berlangsung sebelum Trump secara terbuka mengatakan dirinya tidak akan menyerang Iran sebelum pemilu sela AS.

Dalam pembahasan itu, menurut laporan Axios, Netanyahu memaparkan informasi intelijen Israel yang mengindikasikan bahwa Iran sedang berupaya membangun kembali program nuklirnya, termasuk kemungkinan mengoperasikan situs Gunung Pickaxe untuk pengayaan uranium.

Gedung Putih Bantah Ada Pembahasan Serangan Baru ke Iran

Seorang pejabat Gedung Putih, yang tidak disebut namanya, membantah adanya pembahasan semacam itu. Dia menyebut laporan media soal pembahasan rencana serangan ke Iran oleh Trump dan Netanyahu sebagai laporan "palsu".

Ditegaskan oleh juru bicara Gedung Putih itu bahwa Trump telah mengesampingkan kemungkinan serangan terhadap Iran sebelum pemilu sela AS.

Namun menurut keterangan berbagai sumber yang dikutip Axios, militer AS dan Israel tetap bersiaga dan sedang memfinalisasi persiapan seandainya Trump berubah pikiran.

Seorang pejabat AS menggambarkan sikap Trump sebagai sikap yang tidak mengikat. Bahkan menurut pejabat AS itu, Trump meminta Netanyahu bersiap-siap tanpa memberikan komitmen apa pun.

Menurut laporan Axios, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dan pimpinan Komando Pusat AS (CENTCOM) menjadi pihak yang paling gencar mendukung serangan terbaru terhadap Iran. Sementara sebagian besar penasihat Trump lebih memilih untuk melanjutkan sanksi dan tekanan ekonomi terhadap Teheran.

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel, Letnan Jenderal Eyal Zamir, dilaporkan mengatakan kepada pemimpin Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, bahwa pertempuran yang berlangsung dalam kurun waktu tiga minggu ini dapat memaksa penundaan pemilu Israel, mengingat potensi serangan balasan Iran.







Sumber: detiknews

Posting Komentar

R
RADARINDO.ASIA
TAJAM • AKURAT • TERPERCAYA

RadarIndo.asia merupakan media informasi yang menyajikan berita aktual dan terpercaya dari berbagai daerah di Indonesia. Mengedepankan informasi yang tajam, akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.

BERITA TERBARU
Lihat Semua →
Memuat berita terbaru...
© RadarIndo.asia — Semua Hak Dilindungi.