Situasi Berubah Panas! Detik Detik Demo Bandung Berujung Bentrokan
BANDUNG, Radarindo.asia-
Aksi demonstrasi mahasiswa dan elemen masyarakat sipil di Kota Bandung, Selasa (20/10/2026), berujung ricuh pada malam hari. Sebuah truk pengendalian massa (Dalmas) milik kepolisian menjadi sasaran serangan sekelompok orang berpakaian hitam di persimpangan Jalan Sulanjana–Dago sekitar pukul 21.00 WIB.
Aksi unjuk rasa yang berlangsung sejak siang itu digelar untuk mengevaluasi dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Massa yang terdiri dari sejumlah elemen mahasiswa, termasuk Aliansi BEM SI Jawa Barat dan mahasiswa Universitas Pasundan, serta kelompok masyarakat sipil, menyampaikan berbagai tuntutan terkait kebijakan pemerintah.
Sejumlah titik menjadi pusat konsentrasi massa, mulai dari kawasan Gedung Merdeka di Jalan Asia Afrika, Jalan Braga, hingga depan Gedung DPRD Jawa Barat. Aktivitas demonstrasi turut berdampak terhadap arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan.
Kronologi Kericuhan di Sulanjana–Dago
Kericuhan pecah sekitar pukul 21.00 WIB ketika sebuah truk Dalmas melintas di kawasan persimpangan Jalan Sulanjana–Dago, kendaraan tersebut tengah menjalani perjalanan untuk pergantian sif patroli setelah pengamanan demonstrasi.
Dalam perjalanan, truk tersebut tiba-tiba dihadang sekelompok orang berpakaian hitam. Situasi kemudian memanas ketika kendaraan polisi itu dilempari batu, kembang api, petasan, hingga bom molotov.
Ketiga anggota polisi itu kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, aparat kepolisian melakukan pengamanan di lokasi dan berupaya mengendalikan situasi.
Hingga kini, identitas serta motif kelompok yang melakukan penyerangan masih perlu dipastikan melalui hasil penyelidikan kepolisian.
Tuntutan Demonstran Sebelum Kericuhan
Sebelum insiden tersebut, massa menyuarakan sejumlah tuntutan, mulai dari evaluasi kebijakan kabinet, persoalan stabilitas ekonomi, hingga penegakan hukum. Demonstran juga mendesak agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ditetapkan sebagai bencana nasional.
Kericuhan pada malam hari menjadi perkembangan serius dalam rangkaian aksi demonstrasi tersebut. Meski tuntutan disampaikan dalam konteks penyampaian pendapat di muka umum, penyerangan yang membahayakan keselamatan orang lain merupakan persoalan berbeda yang harus ditangani sesuai hukum.
Situasi Berangsur Kondusif
Menjelang tengah malam, kepolisian menyatakan situasi di kawasan Dago dan Jalan Sulanjana telah berhasil dikendalikan. Penjagaan diperketat dan patroli ditingkatkan di sejumlah titik untuk mengantisipasi gangguan susulan.
Penyelidikan dilakukan guna mengungkap identitas pihak-pihak yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap truk Dalmas tersebut.
(Dedi Noerd)
.jpg)
Posting Komentar