Gelombang Massa Mahasiswa Kepung Ibu Kota, Kehadiran Kendaraan Tempur Militer Bersenjata Berat Picu Tanda Tanya. Ada apa?
JAKARTA.Radarindo.asia - Gelombang aksi unjuk rasa mahasiswa di wilayah DKI Jakarta memasuki babak baru yang kian eskalatif. Hari ini, Kamis (29/10), puluhan ribu mahasiswa dari berbagai universitas di penjuru tanah air kembali memadati jalan-jalan utama ibu kota. Berdasarkan pantauan visual dan rekaman video yang beredar luas di media sosial, konsentrasi massa yang turun ke jalan hari ini jauh lebih besar dan masif dibandingkan aksi peringatan Sumpah Pemuda pada Rabu (28/10) kemarin.
Di tengah eskalasi massa yang terus membeludak, publik dikejutkan oleh unggahan amatir warga di berbagai platform media sosial. Salah satunya dari link : https://www.threads.com/share/_ehw1erVx/.
Rekaman tersebut memperlihatkan sejumlah kendaraan tempur berat yang diduga kuat sebagai tank taktis militer tengah bersiaga dan bergerak di beberapa ruas jalan protokol ibu kota.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Markas Besar TNI maupun Kodam Jaya terkait urgensi pengerahan armada tempur berat tersebut di tengah pengamanan aksi penyampaian pendapat sipil. Kehadiran alat-alat militer di ruang publik ini memicu polemik sekaligus kekhawatiran di kalangan masyarakat mengenai potensi represivitas dan penerapan status keamanan tingkat tinggi.
Polda Metro Jaya sendiri mengonfirmasi adanya 61 titik konsentrasi massa yang tersebar di wilayah Jakarta sepanjang hari ini. Selain aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai daerah, aksi hari ini dipelopori secara masif oleh kelompok mahasiswa Universitas Trisakti dan BEM Seluruh Indonesia (SI) se-Jabodetabek.
Mereka membawa Tiga Tuntutan Rakyat (Tritura) 2026, yang berfokus pada pemulihan kondisi ekonomi, penuntasan krisis ekologi nasional, pemberantasan inkompetensi pejabat publik, serta penegakan supremasi sipil
"Hari ini kami kembali dengan jumlah yang berlipat ganda. Ini adalah penegasan bahwa suara rakyat tidak bisa disekat oleh barikade ataupun diintimidasi oleh moncong senjata," teriak salah satu orator dari atas mobil komando di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat.
Akibat meluahnya konsentrasi massa, situasi lalu lintas di jantung kota Jakarta dilaporkan lumpuh total. Pihak kepolisian mulai menerapkan rekayasa arus lalu lintas secara situasional di jalur-jalur utama yang menghubungkan Jakarta Pusat Barat dengan wilayah sekitarnya. Masyarakat diimbau untuk menghindari kawasan ring satu demi mengantisipasi kepadatan yang diprediksi akan bertahan hingga malam hari.
