Gebrakan di Binjai! Usai Aturan Baru PB IPSI Disahkan, IPSI Kota Binjai Siap Cuci Gudang Wasit dan Pelatih
Tidak ada waktu santai bagi dunia persilatan Kota Binjai. Sehari setelah Wakil Ketua IV Pengprov IPSI Sumut, H. Bahadur Marahimin resmi menutup Sosialisasi Peraturan Pencak Silat Hasil Munas PB IPSI 2026 dan Penyamaan Persepsi Jurus Tunggal & Regu, Senin (5/10/2026), IPSI Kota Binjai langsung tancap gas.
Ketua IPSI Kota Binjai, Arimansyah Nur Siregar, S.Pd, memberikan sinyal keras akan adanya perombakan besar-besaran di internal.
"Terima kasih kepada Pengprov IPSI SUMUT yang sudah mempercayakan Binjai sebagai tuan rumah. Ini bukan sekadar sosialisasi, ini alarm untuk kami berbenah," tegas Arimansyah.
Ia memastikan ilmu dari Munas tidak akan berhenti menjadi catatan. Dalam waktu dekat, IPSI Binjai akan menggelar Penataran dan Upgrading akbar.
"Kami akan mendata ulang total. Siapa wasit, siapa juri, siapa pelatih cabang yang masih aktif dan kompeten di Pengkot IPSI Binjai. Yang tidak kompeten, kita upgrade. Yang tidak aktif, kita regenerasi," ujarnya.
Pernyataan itu diperkuat Ketua Lembaga Wasit Juri, Abanda Johir. Ia berjanji akan turun langsung ke perguruan-perguruan.
"Saya akan jemput bola. Kita jaring wasit-juri potensial dari seluruh perguruan yang terdaftar di Binjai. Kita butuh darah baru yang paham aturan 2026 dan berani tegas di gelanggang," kata Johir.
Yang paling menarik, dukungan datang dari senior Pencak Silat, Ustadz Fadli dengan ide di luar kebiasaan.
"Saya support penuh. Mental tanding anak-anak kita harus sekeras atlet tarung modern. Bila perlu, kita kolaborasi, panggil atlet MMA Binjai untuk gembleng fisik dan mental mereka. Pencak silat harus lebih beringas tapi tetap beradab," cetus Ustadz Fadli.
Sosialisasi aturan baru PB IPSI 2026 diyakini akan mengubah peta persaingan pencak silat Sumut. Dan Binjai, nampaknya tidak mau hanya menjadi penonton.

Posting Komentar