Dinkes Imbau Warga Waspada 96 Kasus Influenza A Terdeteksi di Kota Bandung dan Bandung Barat
Table of Contents
Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Barat memantau perkembangan kasus Influenza A yang terdeteksi di Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat. Hingga 6 Oktober 2026, sedikitnya 96 kasus positif Influenza A yang terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium di tiap RS kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Raden Vini Adiani Dewi mengatakan, jumlah tersebut merupakan kasus yang telah menjalani pemeriksaan swab dan pemeriksaan lanjutan menggunakan metode Whole Genome Sequencing (WGS)
Berikut rincian data kasus Influenza A diwilayah Bandung sampai dengan 6 Oktober 2026
Kota Bandung 65 warga positif Influenza A (dominan subtype H1N1)
Dinkes kabupaten Bandung Barat baru saja menginformasi per tanggal 6 Oktober 2026, terdapat 31 0rang positif Influenza A berdasarkan hasil uji laboratorium di RS Cahaya Kawaluyaan Padalarang .
Tingkat kematian,hingga saat ini tidak ada laporan korban meninggal dunia dari klaster penyebaran terbaru di kota Bandung dan Bandung Barat (kematian 0)
Namun, angka tersebut belum dapat disebut sebagai gambaran keseluruhan kasus di Bandung. Tidak seluruh warga yang mengalami gejala influenza menjalani pemeriksaan, sementara fasilitas pemeriksaan spesifik Influenza A masih terbatas.
*Karakteristik dan Imbauan Medis*
Gejala Klinis,Influenza A kali ini lebih berat dibanding Flu biasa meliputi demam tinggi, sakit kepala, batuk, pilek, pegal-pegal dan tubuh terasa lemas. Daya penularannya juga relatif tinggi sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama kelompok rentan.
Dinkes mengimbau masyarakat tidak panik, tetapi tetap memperhatikan kondisi tubuh. Bila demam tinggi, batuk, sakit kepala, lemas atau sesak napas tidak membaik dalam waktu sekitar tiga hari, warga dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Kepala Dinkes Kota Bandung Sony Adam sebelumnya juga menyampaikan bahwa kunjungan masyarakat ke fasilitas pelayanan kesehatan mengalami peningkatan seiring meningkatnya kasus influenza.
Ia mengingatkan bahwa keluhan influenza dapat ditangani di puskesmas, klinik, dokter praktik maupun poliklinik rumah sakit,sehingga masyarakat tidak perlu langsung memenuhi instalasi gawat darurat apabila kondisinya tidak memerlukan penanganan darurat.
Upaya pencegahan pun kembali ditekankan. Warga dianjurkan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), mencuci tangan, menggunakan masker ketika sakit atau berada di tempat ramai, menghindari kontak dekat saat mengalami gejala, serta segera mencari pertolongan medis bila kondisi memburuk.
Dinkes menegaskan, kewaspadaan diperlukan, tetapi masyarakat diminta tidak bereaksi berlebihan. Pemantauan kasus dan kesiapan fasilitas kesehatan terus dilakukan untuk mencegah penularan meluas.
(Dedi Nurjaman)
Posting Komentar