Viral Teriak Maling dan Pecahkan Kaca Mobil, Pria di Jagakarsa Mengaku Hanya Ingin Menolong

Table of Contents

Jakarta, Radarindo.asia-

KB (41), pria yang berteriak maling dan melemparkan batu ke kaca mobil di Jalan Durian, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Minggu (23/8/2026), mengaku hanya ingin membantu orang yang merasa kemalingan oleh pengemudi mobil tersebut. 

Pengakuan ini disampaikan KB saat memberikan keterangannya kepada Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi pada Kamis (3/9/2026). Sebelum berteriak maling dan melemparkan batu, KB melihat seorang pria memanjat ke atas mobil tersebut untuk menghentikan pengemudi di Jalan Warung Sila, Ciganjur, Jagakarsa.

“Saya kan hanya cuma punya hati untuk mau tolong saja. Jadi sampai di situ itu sopir itu langsung gas mobil, orang itu jatuh dari mobil itu dia tergantung,” ungkap KB dalam video yang diterima Kompas.com dari Nurma, Kamis.

Pria tersebut kemudian terguling dan jatuh ke jalan. Dia berteriak “maling”, sehingga KB ikut mengejar mobil tersebut.

KB mengaku nyaris diserempet mobil itu saat melakukan pengejaran. 

“Dia terguling, terus bangun dan teriak ‘Maling!’ jadi saya kirain maling beneran, saya ikut kejar,” kata KB. 

Menurut KB, mobil tersebut melaju cukup kencang seolah tidak memedulikan kondisi jalan yang ramai saat itu. Ia sempat meminta pengemudi membuka kaca mobil, tetapi tidak digubris.

“Jadi yang saya emosi itu yang waktu saya kejar pas kejar, suruh mau buka pintu mobil, mau nanya apa persoalan kamu (pengemudi malah) kabur orang ada teman yang jatuh dari mobil kamu kabur terus,” tutur dia. Sesampainya di Jalan Durian, KB berhasil menghentikan laju mobil tersebut.

Ia kemudian mengambil batu dari ember di pinggir jalan dan memukulkannya ke kaca mobil karena sudah terlanjur emosi.

Menurut KB, tindakan itu dilakukan agar pengemudi tidak kembali melarikan diri. “Tapi dia karena takut, dia enggak mau buka yasudah saya dengan cara memecah kaca, supaya dia bisa jangan lanjut jalan lagi,” ungkap KB. 

Setelah itu, pengemudi mobil diamankan warga di pos satpam. Sementara KB meninggalkan lokasi. Seorang warga yang sempat menginterogasi pengemudi tersebut, Andi (50), mengatakan bahwa sekelompok orang bersama personel Brimob datang untuk menjemput pengemudi mobil.

Mereka mengaku sebagai ajudan atasan pengemudi yang diketahui bekerja sebagai satpam di sebuah perumahan di Bekasi.

Pengemudi tersebut disebut membawa kabur kartu ATM milik atasannya yang berisi puluhan juta rupiah. Ia diduga menggunakan uang milik bosnya untuk membeli mobil. 

“Ternyata dia pelaku, ngambil duit bos. Pas hari H-nya itu ngambil Rp 25 juta. Dia beli mobil,” kata Andi ditemui di lokasi.

Setelah itu, pengemudi dan mobilnya dibawa oleh orang-orang tersebut. Andi mengaku tak tahu identitas pengemudi tersebut karena tidak sempat bertanya. 

Sementara itu, Nurma bilang pihaknya belum dapat mengonfirmasi dugaan pencurian itu.

Penyidik masih menunggu pengemudi mobil untuk datang membuat laporan polisi serta memberikan keterangannya.

“Itu masih ‘katanya.’ Kami masih tunggu pengemudinya datang ke kantor polsek untuk diminta keterangannya,” ujar Nurma ditemui di Mapolres Jaksel.

Sumber : Kompas

Posting Komentar