Serangan Gajah Liar Membuat warga Mengalami Patah Tulang
OKU Selatan — Ancaman gajah liar kembali menghantui warga di wilayah Kabupaten OKU Selatan. Dalam satu hari, dua warga dilaporkan menjadi korban serangan gajah liar di lokasi berbeda, hingga mengalami patah tulang.
Peristiwa terbaru terjadi pada Sabtu sekitar pukul 11.00 WIB. Seorang warga Desa Sumber Ringin, Kecamatan Buay Pemaca, bernama Sulaiman, menjadi korban serangan gajah liar saat sedang mencari rumput untuk pakan kambing miliknya.
Saat itu, Sulaiman disebut sedang mencari rumput dalam kondisi tenang. Tidak ada tanda-tanda bahaya sebelumnya. Namun, secara tiba-tiba seekor gajah liar keluar dari balik semak belukar dan menyerangnya.
Serangan tersebut membuat korban terlempar dan mengalami patah pada tangan kanannya. Warga yang berada tidak jauh dari lokasi kemudian memberikan pertolongan.
Informasi mengenai kejadian tersebut dengan cepat sampai kepada Kapolsek Buay Pemaca, Ipda Endi. Mendapat laporan tersebut, Kapolsek langsung mengerahkan personel ke lokasi untuk memastikan keselamatan warga sekaligus membantu proses evakuasi korban menuju Puskesmas Tanjung Durian.
> “Keselamatan warga adalah prioritas kami. Saya mengimbau seluruh masyarakat, terutama yang tinggal di dekat kawasan hutan, untuk tidak beraktivitas sendirian di ladang atau kebun. Selalu bergerak berkelompok, dan segera melapor jika melihat tanda-tanda keberadaan gajah,” tegas Ipda Endi.
Dua Korban dalam Sehari
Serangan terhadap Sulaiman bukan merupakan satu-satunya kejadian. Sebelumnya, warga Desa Sinar Danau, yang masih berada di wilayah kecamatan yang sama, juga dilaporkan menjadi korban serangan gajah liar dan mengalami patah tangan.
Dua peristiwa tersebut terjadi dalam waktu berdekatan dan menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.
Warga menilai keberadaan gajah liar yang semakin dekat dengan aktivitas masyarakat membutuhkan penanganan nyata, terutama bagi warga yang sehari-hari bekerja di kawasan perkebunan dan sekitar hutan.
Masyarakat berharap imbauan mengenai kewaspadaan juga diikuti langkah konkret dari pemerintah dan pihak terkait untuk mengurangi risiko konflik antara manusia dan satwa liar.
Sejumlah langkah seperti pengamanan wilayah, penanganan pergerakan satwa, maupun upaya lain yang sesuai dengan ketentuan konservasi dinilai perlu dilakukan agar keselamatan warga dapat lebih terjamin.
Dua kejadian dalam satu hari menjadi pengingat bahwa konflik manusia dan gajah liar masih menjadi persoalan serius yang membutuhkan perhatian bersama.
Red*NARANDA YULIUS

Posting Komentar