 |
Dave Laksono
|
JAKARTA, Radarindo.asia-
Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono menilai, TNI perlu mendukung Polri dalam memburu anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang terlibat dalam penembakan 3 orang aparatur sipil negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Dave mengatakan, TNI dapat mengerahkan kemampuan dan sumber dayanya untuk membantu Polri, asalkan tetap sesuai dengan tugas dan kewenangannya.
"Saya mendukung langkah aparat untuk segera melakukan pengejaran dan menangkap pelaku serta memastikan proses hukum berjalan.
TNI perlu memberikan dukungan sesuai tugas dan kewenangannya, termasuk mengerahkan kemampuan dan sumber daya yang diperlukan apabila situasi membutuhkannya," ujar Dave kepada wartawan, Jumat (11/9/2026).
Dave menegaskan bahwa peristiwa penembakan tersebut merupakan tindakan kekerasan yang sangat serius dan tidak dapat dibenarkan.
Apalagi, kata dia, korban sedang menjalankan tugas untuk melayani masyarakat, sehingga keselamatan mereka harus menjadi perhatian utama.
"Kejadian ini juga menunjukkan bahwa ancaman terhadap masyarakat dan aparatur negara di Papua masih perlu ditangani secara serius," kata Dave. Menurut Dave, pengamanan di wilayah yang memiliki potensi gangguan keamanan juga perlu diperkuat, terutama pada titik-titik rawan dan jalur aktivitas masyarakat maupun aparatur pemerintah.
Politikus Partai Golkar ini menekankan, koordinasi antara TNI dan Polri harus terus diperkuat agar setiap ancaman dapat direspons dengan cepat dan tepat, sekaligus mencegah jatuhnya korban kembali. "Yang paling penting, negara tidak boleh membiarkan masyarakat maupun aparat sipil menjadi sasaran kekerasan," ucap Dave. Dave menegaskan bahwa para pelaku wajib diproses sesuai hukum, sementara keamanan masyarakat harus dipastikan agar aktivitas pemerintahan dan kehidupan warga di Papua dapat terus berjalan tanpa rasa takut.
3 ASN tewas ditembak KKB Diberitakan sebelumnya, tiga orang ASN tewas ditembak KKB di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu (9/9/2026), mereka adalah WB (24), AR (49), dan AAM (35).
AR menjabat sebagai Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, sedangkan WB dan AAM juga merupakan ASN di instansi tersebut. Kepala Operasi Damai Cartenz, Irjen Faizal Ramadhani, mengatakan ketiga korban merupakan bagian dari rombongan Dinas Pertanian yang baru selesai meninjau kegiatan cetak sawah.
Akibat penembakan tersebut, AR dan AAM tewas di lokasi kejadian. Sementara WB sempat dievakuasi ke RSUD Wamena untuk mendapatkan perawatan medis, tetapi akhirnya meninggal dunia. Berdasarkan hasil penyelidikan dan pendalaman awal, penembakan tersebut diduga dilakukan oleh KKB yang berasal dari wilayah Nduga.
Sumber: Kompas
Posting Komentar