Bupati Asahan Resmi Luncurkan Inovasi ASTABRATA untuk Pengentasan Kemiskinan Berbasis Data
ASAHAN, Radarindo.asia-
Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si. resmi meluncurkan Inovasi ASTABRATA (Akselerasi Strategis Tata Kelola Berbasis Data, Resiliensi, Adaptasi dan Pengentasan Kemiskinan), Rabu (23/09/2026) di Aula Melati Kantor Bupati Asahan.
Peluncuran tersebut dihadiri Kepala BPS Kabupaten Asahan, Para Asisten, Staf Ahli Bupati, Pimpinan OPD, Camat se-Kabupaten Asahan dan tamu undangan lainnya.
Kegiatan diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, doa bersama, dan penyerahan simbolis bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) kepada calon keluarga mandiri oleh Bupati Asahan.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Asahan Jutawan Sinaga, S.STP., M.AP. dalam laporannya menjelaskan bahwa ASTABRATA disusun untuk mendukung pencapaian RPJMD 2025-2029, yang mencakup penanganan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), pengurangan kemiskinan, ketepatan sasaran perlindungan sosial, serta percepatan kemandirian keluarga penerima manfaat.
"ASTABRATA bukan program bantuan baru dan tidak mengambil alih kewenangan perangkat daerah, melainkan sebuah mekanisme untuk memastikan setiap keluarga mendapatkan intervensi sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya," ujar Jutawan.
Ia menambahkan, pada tahap awal, program ini akan mencakup seluruh 25 kecamatan di Kabupaten Asahan dengan target minimal 100 keluarga penerima manfaat usia produktif.
Mekanisme ASTABRATA berjalan melalui tujuh tahapan, yaitu: penetapan data sasaran, asesmen, klasifikasi, penyusunan Rencana Intervensi Individual, rujukan dan intervensi, pemantauan, hingga verifikasi akhir.
"Graduasi bukan sekadar mencoret nama dari daftar, melainkan hasil dari asesmen, pemberdayaan, pendampingan, dan verifikasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Keberhasilan diukur dari kemampuan keluarga dalam mempertahankan penghasilan secara berkelanjutan," tegasnya.
Sementara itu, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si. dalam sambutannya menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan harus didasari oleh data yang lengkap, akurat, dan mutakhir.
"Data yang kuat akan menghasilkan perencanaan yang tepat. Perencanaan yang tepat akan menghasilkan program yang sesuai kebutuhan. Program yang tepat akan memberi manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Bupati.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga meminta agar pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang saat ini capaiannya 82,5% dapat dituntaskan hingga 100% paling lambat akhir September 2026. Ia menginstruksikan seluruh jajaran untuk menyisir sasaran yang belum terdata.
Bupati juga mengingatkan pentingnya optimalisasi Parlinsos Digital agar pendaftaran penerima bantuan lebih akurat. Ia meminta sosialisasi dilakukan secara masif hingga ke masyarakat, jumlah Agen Parlinsos Digital diperbanyak hingga ke tingkat dusun, serta warga yang kesulitan mengakses teknologi tetap didampingi.
"Sensus Ekonomi, Parlinsos Digital, dan ASTABRATA harus berjalan searah untuk memperkuat data sebagai dasar kebijakan. Saya mengajak kita semua meninggalkan pola kerja sendiri-sendiri dan menyatukan upaya demi penanganan kemiskinan yang lebih efektif di Kabupaten Asahan," pungkas Bupati.
(Gunawan)
Posting Komentar